PT. Radio Mitra Kawanua
Gedung Graha Jasa Group
Jl. Toar 59/61 - Manado | Kode Pos : 95112
Marketing : 0853 9888 2049 Peter (WA)
email : radio.mitrakawanua@yahoo.co.id


  • Radio Talk

    BPJS Ketenagakerjaan Manado | Disnaker Sulut | KSBSI Sulut

  • mitraONtheMOVE_Edisi OFFAIR

    Live dari Mega Trade Center with Suzuki Galesong Prima...

  • mitraFAMILY

    Growth in Character

  • Liputan RMK 91FM

    Gerakan Nasional "Save Our Littoral Life" di Pantai Malalayang

  • Gedung Radio Mitra Kawanua

    Radio Mitra Kawanua

  • Radio Talk

    BNN Kota Manado

  • Radio Talk

    BAPEDA Kota Manado

  • mitraFAMILY_Edisi OFFAIR

    Live dari Siloam Hospital Manado

  • mitraONtheMOVE

    Live dari Lion Hotel dan Plaza

  • Radio Talk

    Walikota Manado

  • MitraFAMILY

    Siloam Hospital Manado

  • Kru Mitra Kawanua FM bersama Narasumber

    Radio Mitra Kawanua

  • Kru Mitra Kawanua FM

    Radio Mitra Kawanua

Minggu, 31 Juli 2016

PERSMA BUNGKAM BINTANG MUDA MATALI FC 4-1 DI KOTAMOBAGU



MITRAKAWANUAFM - Tangan dingin Coach Akhu Talib mulai membuahkan hasil, ditengah keraguan publik sepakbola Manado Persma 1960 dibawah asuhannya mampu membungkam tuan rumah Matali FC 4-0 dikandang Matali FC Stadion Nunu Matali Kotamobagu Sabtu,30/7-2016.




Empat gol Persma di cetak oleh Reynaldi Bella dengan 2 gol, Delvin Taplo 1gol dan 1 gol lainnya di hasilkan oleh Kakashi di menit menit akhir Babak ke 2. Sempat khawatir karena Hendra Panambunan absen di lapangan tengah namun ketenangan Christofel Hontong menggalang lapangan tengah Persma kekhawatiran itu sirna.



Gol pertama Persma tercipta berkat kecerdikan Hontong yang memberikan assist pada Bella yang berdiri bebas di sebelah kiri pertahanan Matali yang tanpa pikir panjang langsung mengarahkan bola ke pojok kiri gawang Matali FC  1-0 untuk Persma. Gol ke 2 Bella di hasilkan lewat sundulan memanfaatkan crossing dari Deflin Taplo. Delfin pun tak mau ketinggalan di menit ke 70 lewat aksi individu memanfaatkan assist dari Christofel Hontong. Saat posisi 3-0 untuk Persma, bintang muda Matali berhasil mencuri satu gol memanfaatkan kemelut didepan gawang Persma 1960. Gol tercipta karena kelengahan barisan belakang Persma yang digalang oleh Rudi Onu yang menyangka pemain Bintang Matali sudah berdiri pada posisi off side. Melihat linesman tidak mengangkat bendera pemain Bintang Matali FC dengan mudah menceploskan bola ke gawang Persma skorpun berubah 1-3 masih untuk keunggulan Persma 1960. Di menit akhir babak ke 2 Rendy Kakashi akhirnya menggenapkan keunggulan Persma menjadi 4-1 lewat gol cantiknya memanfaatkan kelengahan Kiper Matali FC yang terlalu maju ke depan, tanpa pikir panjang Kakashi langsung melob bola melewati jangkauan Kiper Matali.
Skor 4-1 bertahan sampai wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya babak ke 2.



Pelatih Kepala Persma Akhu Talib mengaku puas dengan penampilan anak asuhnya serta memberi poin khusus buat dua pemain yang menurutnya bermain baik yaitu Reynaldi Bella dan gelandang Christofel Hontong. Khusus Christofel Hontong coach Akhu merasa kekhawatiran kehilangan Hendra di lini tengah Persma seolah sirna lewat penampilan apik Hontong di lapangan tengah Persma,kemampuannya mengatur alur serangan Persma adalah kunci kemenangan Persma," ujar Coach Akhu sapaan akrabnya.

Lanjut menurut coach Akhu satu hal yang menggembirakannya anak-anak sudah mulai tau berpikir untuk keluar dari tekanan tanpa harus menunggu perintah dari saya sebagai pelatih. "Itu yang selalu saya tekankan pada pemain agar tidak hanya tau main bola dalam lapangan tapi juga mampu berpikir saat berada dalam tekanan," pungkasnya.
Sementara itu Manager Persma Christian Yokung walaupun tidak bisa mendampingi Tim karena sedang melobi rekanan di pusat yang rencananya akan membantu Persma, mengaku senang dengan hasil tersebut tapi tetap mengingatkan semua jajaran tim untuk tidak cepat puas karena perjalanan masih panjang karena pertandingannya sebenarnya adalah pada tanggal 15 Agustus 2016 saat Liga Nusantara mulai di gulirkan," ujar Christian Yokung manager muda yang energik ini.





Hal tersebut diamini pula oleh Ketua umum Persma 1960 Vecky Gandey yang selalu setia mendampingi tim kemanapun Persma bermain."Tetap jaga kondisi fisik maupun mental" saat diwawancarai. ujarnya dan jangan terpengaruh dengan omongan orang di luar tim karena itu hanya akan merapuhkan mental secara pribadi maupun tim, ujarnya memotivasi Tim Persma 1960.

Pertandingan sore itu di saksikan ratusan pasang mata yang hadir di Lapangan Nunu Matali untuk menyaksikan kedua tim berlaga, hal menarik terjadi usai laga saat senator sulut Benny Ramdani hadir dilapangan memberi supporter kepada kedua tim yang nantinya akan berlaga di Liga Nusantara ini. "Semoga ini pertanda bangkitnya persepakbolaan bolaan di Sulut"  ujarnya pada MitraKawanuaFM saat diwawancarai.

(Robby)

Jumat, 29 Juli 2016

LEGISLATOR 4 D : DATANG, DUDUK, DIAM & DENGAR





MITRAKAWANUAFM - Mungkin julukan yang pantas untuk Legislator Partai Nasdem dari Dapil Tomohon Minahasa berinisial BS ini adalah 4D ( Datang, Duduk, Diam dan Dengar). Sebagai seorang legislator apa yang dilakukannya jauh dari ekspektasi konstituen yang memilihnya.

Jika di nilai dari sisi kehadiran sangat minim dimana berdasarkan amatan media yang menulis berita ini 10 jari tidak habis untuk menghitung kehadirannya. Kalaupun dirinya hadir hanya datang, duduk, diam & dengar. Hampir tidak pernah dirinya berbicara dalam setiap pembahasan di DPRD Provinsi Sulawesi Utara, padahal salah satu tupoksinya sebagai legislator adalah "berbicara". Seperti yang terlihat saat Pembahasan Ranperda RPJMD di Ruang Paripurna DPRD Prov Sulut Jumat, 29/7-2016. Nyaris tak ada tanggapan dari legislator ini saat eksekutif menyampaikan laporan program mereka untuk di tanggapi oleh legislatif.

Saat di konfirmasi pada Ketua Badan Kehormatan DPRD Provinsi Sulut Ivonne Bentelu, dalam Tatib Dewan memang tidak diharuskan  bagi semua anggota dewan untuk hadir setiap hari di kantor dewan tapi dalam rapat Paripurna wajib untuk dihadiri. "Harus ada izin kalau tidak hadir, lebih dari 3 kali tidak hadir ada sanksi yang akan di berikan pada anggota yang bersangkutan," ujar satu satunya dokter di jajaran legislator DPRD Provinsi Sulut ini.

Miris jika mengingat bukan sedikit keuangan negara yang dikeluarkan untuk legislator. Namun disisi lain hampir tidak ada nilai positif yang ditunjukkannya sebagai seorang legislator yang diharapkan oleh konstituennya untuk menyampaikan bahkan mewujudkan aspirasi mereka.

(Robby)

Kamis, 28 Juli 2016

TERJAWAB SUDAH KENAPA PT. MMP BELUM ANGKAT KAKI DARI SULUT




MITRAKAWANUAFM- Terjawab sudah kenapa PT MMP (Makgro Metal Perdana) belum juga angkat kaki dari Minut, padahal sudah ada putusan MA yang dikeluarkan dimana PT MMP dilarang melakukan eksplorasi di Pulau Bangka. Hal tersebut terjawab saat sesi wawancara usai Rapat Paripurna Pemandangan Fraksi tentang Ranperda LPJ APBD 2015 dan Ranperda RPJMD 2016 di DPrD Prov Sulut Rabu,28/7-2016.

Dalam sesi wawancara tersebut Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat ditanyakan tentang PT. MMP yang belum juga angkat kaki dari Pulau Bangka. Menurut Olly, Pemprov saat ini sedang membahas RanPerda Zonasi dengan DPRD Provinsi Sulut. Kalau Ranperda Zonasi hanya mengatur destinasi wisata wilayah pesisir pulau Bangka. Ini artinya PT. MMP tidak bisa membangun pelabuhan, sehingga PT. MMP hanya bisa menggali lalu mengangkat apa yang mereka eksplor," tegas olly. Yang pasti kita tidak bisa melarang PT. MMP karena mereka punya izin," ujarnya lagi.


Pernyataan Gubernur Olly Dondokambey terkait Pulau Bangka ini seakan mementahkan pernyataan legislator PDI-P Rocky Wowor yang selalu menyuarakan menolak tegas keberadaan PT. MMP bereksplorasi di Pulau Bangka. Begitu juga Bupati Minut VAP yang selalu bersuara pada media kalau Pemkab Minut menolak dengan tegas keberadaan PT. MMP ternyata hanyalah isapan jempol belaka, karena ternyata Pemprov sendiri yang merekomendasi PT MMP untuk kembali beroperasi.

(Robby)

ANTISIPASI KESEMRAWUTAN, PEMKOT MANADO HENTIKAN IZIN MENARA TELEKOMUNIKASI

MITRAKAWANUAFM - Tingginya kebutuhan masyarakat Kota Manado terhadap layanan telekomunikasi, terutama dengan kecepatan data 4G (servis berbasis internet protocol) mengakibatkan intensnya investor di bidang telekomunikasi membangun Menara Telekomunikasi, baik dalam bentuk konvensional /greenfield hingga rooftop dan microcell. Kondisi ini berpotensi merusak keindahan kota jika tidak ditata dengan baik dan diperkuat perangkat peraturan perundang-undangan hingga pengawasannya. Bahkan untuk mengantisipasi kesemrawutan, Walikota Manado, G.S. Vicky Lumentut menginstruksikan untuk sementara waktu menghentikan Perizinan Menara Telekomunikasi.



Mengantisipasi keadaan tersebut, Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Kominfo menggelar Sosialisasi Perda Menara Telekomunikasi dan Focus Group Discussion Studi Potensi Retribusi Menara Telekomunikasi. Kepala Dinas Kominfo, Yohannis B. Waworuntu, saat ditemui di ruang kerjanya Rabu, 27/07/16 mengemukakan kegiatan ini akan melibatkan seluruh pemilik dan operator 322 Menara Telekomunikasi, pengelola radio dan televisI, perangkat pemerintahan di wilayah seperti Camat, Lurah, LPM, dan Kepala Lingkungan, serta SKPD Teknis yang akan terlibat dalam Pengawasan dan Pengendalian Menara Telekomunikasi.

“Kami patut bersyukur karena di era kepemimpinan Walikota, G.S. Vicky Lumentut dan Wakil Walikota Manado, Mor Dominus Bastiaan, Kota Manado telah memiliki Peraturan Daerah tentang Layanan Pos dan Telekomunikasi, tepatnya Perda Nomor 1 tahun 2015 yang selesai proses evaluasi di Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara beberapa hari setelah pelantikan. Perda ini kemungkinan baru efektif dilaksanakan akhir tahun atau awal tahun 2017, karena kami masih mempersiapkan peraturan pelaksanaannya yaitu 9 Peraturan Walikota dan 1 Keputusan Walikota,” ujar Waworuntu.
Lebih lanjut, mantan Kadis Perhubungan Kota Manado ini menambahkan, Sosialisasi dan FGD ini akan dilaksanakan dalam 6 putaran. Pertama, Kamis 28/07/16 bersama dengan seluruh pemilik Menara, kedua Jumat 29/07/2016 dengan pengelola media radio dan televisi, ketiga minggu pertama Agustus dengan unsur pengawasan dan pengendalian, kemudian selanjutnya keempat sampai keenam, sosialisasi dan FGD akan menyasar perangkat pemerintahan di wilayah. Ditargetkan sebelum 17 Agustus 2016, sosialisasi dan FGD tuntas dilaksanakan, sehingga dapat menunjang Program Kerja 100 hari Walikota dan Wakil Walikota Manado.

Pria enerjik yang baru saja mendampingi Wakil Walikota Manado, Mor Dominus Bastiaan, dalam studi komparasi pengembangan TIK di Jakarta, Bandung, dan Makassar ini secara terbuka mengakui perlunya intensitas koordinasi di antara SKPD terkait dengan perizinan, pengendalian, dan pengawasan Menara telekomunikasi. “Kebutuhan terhadap layanan telekomunikasi sekarang ini sudah menjadi kebutuhan primer warga Kota Manado, sehingga sudah menjadi kewajiban kami, dalam implementasi visi Manado Cerdas 2021, perlu berdiskusi bersama penyelenggara/operator sehingga para investor di bidang telekomunikasi dapat berinvestasi dengan nyaman dan aman dengan mengikuti ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku, sehingga layanan telekomunikasi di Manado dapat berkontribusi terhadap kemajuan daerah,” ujar Waworuntu.

(DinasKominfoManado)

Rabu, 27 Juli 2016

TERKAIT BANTUAN BENCANA WARGA DENDAL MINTA DEWAN KOTA JANGAN JADI JUBIR PEMKOT MANADO






MITRAKAWANUAFM - Hal menarik terjadi saat dua anggota Dewan Kota Manado, Anita De Blouwe dari Partai Demokrat dan Lineke Kotambunan dari Fraksi Partai Gerindra pada Selasa, 27/8-2016, saat menerima masyarakat Dendengan Dalam yang menyambangi Dewan Kota Manado usai mendatangi Kantor BPBD ( Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Manado untuk mencari kejelasan tentang data penerima bantuan bencana banjir bandang yang terjadi tahun 2014 yang menurut warga tidak tepat sasaran. Bukannya memberi jaminan bahwa mereka (legislatif) akan  menelusuri kejanggalan yang diadukan warga tentang data penerima yang menurut warga tidak tepat sasaran, keduanya malah terkesan menjadi juru bicara BPBD untuk menjelaskan mekanisme penyaluran bantuan bencana tersebut, dimana menurut warga tersebut mekanisme yang disampaikan keduanya sudah mereka ketahui, namun menurut warga mekanisme tersebut berbelit-belit dan kenyataannya hasilnya jauh dari yang diinginkan
Hal tersebut  di atas dikatakan oleh salah seorang perwakilan warga Humprey Titaley, "kami sudah sangat paham apa yang mereka sampaikan namun yang kami inginkan mereka memperjuangkan hak kami bukannya malah berbantah-bantahan dengan kami sampai mengatakan kami juga korban banjir dan kami juga tidak ada daftar saat penerima," ujar warga tersebut. "Kalau mereka tidak mendapat bantuan itu wajar, mereka kan banyak uang, sedangkan  kami, siapa yang membantu kami kalu bukan pemerintah.

Tak usahlah berbantah-bantahan karena sebagai anggota dewan banyak sekali bantuan yang mengalir pada mereka, sedangkan kami dari mana lagi kalu bukan dari pemerintah," ujar warga tersebut pada MitraKawanuaFM saat diwawancarai. Seorang warga lainnya bernama Abdi mengatakan bawa dari 28 KK yang namanya keluar banyak yang tidak memenuhi syarat kami minta penyalurannya di "pending" sampai ada keadilan bagi sekitar 800 korban lainnya, "ungkapnya.

Sementara itu berdasarkan pantauan MitraKawanuaFM kemarin kedua legislator tersebut memang berusaha untuk menjelaskan mekanisme sebenarnya sesuai dengan apa yang mereka ketahui tapi justru disitulah justru terjadi pertentangan. Namun akhirnya diakhir pembicaraan Lineke Kotambunan berhasil menghubungi Camat Paal II untuk mem"pending" penyaluran sampai penerima benar benar akurat sesuai yang diinginkan warga.

(Robby)

Selasa, 26 Juli 2016

WARGA DENDAL MINTA KEJELASAN KE DEWAN SOAL BANTUAN BANJIR BANDANG

MITRAKAWANUAFM- Sejumlah warga dendengan dari lingkungan 1-7 menyambangi DPRD Kota Manado dengan maksud menanyakan kejelasan tentang dana bantuan bencana banjir bandang yang terjadi pada tahun 2014. Salah seorang warga lingkungan 3 yang bernama Ardy mengatakan dirinya heran dengan data yang keluar dari BPBD, dimana dari data tersebut hanya 28 KK dari sekitar 800 rumah yang terkena bencana banjir.






Lebih miris lagi saat dikonfirmasi pada BPBD, kami disuruh ke kelurahan.Namun saat pergi ke kelurahan kami malah disuruh balik. Kami jadi bingung, ujar warga tersebut pada MitraKawanuafm.




Sementara itu 2 personil dewan Lineke Kotambunan dan Ola de Blouwe sampai berita ini diturunkan sedang mencoba memberikan penjelasan pada para pendemo dalam suasana yang agak "panas", karena para pendemo minta Lurah Dendal beserta seluruh Pala di hadirkan.

Lurah Dendal Triana Almas saat dikonfirmasi terkait hal tersebut mengatakan,yang kelurahan lakukan sudah sesuai dengan petunjuk dari BNPB & BPBD, data korban bencana mulai dari rusak ringan, berat, sampai yang kehilangan rumah sekalipun sudah kami  masukkan ke BPBD masalah siapa yang menerima sudah bukan domain kami lagi,ujar Lurah. Masalah ada salah satu warga yang mengaku tidak mendapatkan bantuan itu tidak benar, masalahnya yang bersangkutan tidak ingin di relokasi sedangkan untuk yang bersangkutan, bantuan yang didapatkan berupa relokasi itu yang jadi masalah, sedangkan permintaan warga agar penyaluran bantuan ditangguhkan penyalurannya karena menurut warga tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan Lurah mengatakan,"kami hanya bisa menyampaikan ke BPBD nanti BPBD yang akan memberikan keputusan yang pasti sebagai pemerintah kami akan mengupayakan apa yang jadi aspirasi warga, pungkas Lurah.

(Rob)

Senin, 25 Juli 2016

BANTU NENEK MENYEBRANG POLANTAS INI TRENDING TOPIK DI MEDSOS





MITRAKAWANUAFM - Anggota Polantas yang satu ini memberi perbedaan dan menjadikan simpati masyarakat terhadap kinerja kepolisian khususnya citra Polantas meningkat setelah sebelumnya sering di bully di medsos karena ulah beberapa personilnya saat sedang berada di jalan. Saat sedang sibuk mengurai kemacetan akibat arus balik pengucapan syukur Minggu,25/7-2016, Alimuddin anggota Polantas Resort Tomohon ini masih menyempatkan diri untuk membantu seorang nenek menyebrang jalan.

Aksi simpatiknya mengundang beragam tanggapan di Medsos yang sebagian besar memberikan pujian atas tindakan simpatik personil Polisi Lalu Lintas Tomohon ini.
Sungguh suatu tindakan terpuji yang kelihatan sederhana tapi berdampak besar bagi masyarakat, karena seyogyanya kehadiran dan keberadaan Polisi adalah untuk memberi rasa nyaman pada Masyarakat.

(Robby)

Minggu, 24 Juli 2016

SATU LAGI "GADIS KOHA" TERBANG DARI TETEMPANGAN HILL



MITRAKAWANUAFM- Satu hal menarik pada momentum pengucapan syukur di Tetempangan Hill saat seorang gadis Koha melakukan terjun Tandem dari Tetempangan Hill Minggu, 24/07-2016.



Bersama dengan Instruktur Tege Gerungan, Aprilia Pangalila melakukan terbang perdananya.
Saat diwawancarai usai terbang Aprilia mengucapkan terimakasih pada bapak Wenny Lumentut.




"Sungguh pengalaman yang menegangkan dan tak terlupakan ujarnya," makaseh Pak Wenny Lumentut," ujarnya dengan mimik yang masih terkagum kagum karena terbawa euforia saat terbang dengan paralayang.

(RobyKumaatMononimbar)

DELON IDOL MERIAHKAN PENGUCAPAN SYUKUR DI TETEMPANGAN HILL





MITRAKAWANUAFM- Satu hal berbeda dilakukan oleh legislator Wenny Lumentut, saat semua orang berpengucapan syukur bersama keluarga di kampung, legislator yang satu ini justru berpengucapan syukur bersama dengan warga Sulut dari segala penjuru di Bukit Tetempangan Desa Koha.




Hal yang menarik dari pengucapan syukur yang pertama kalinya di Bukit Tetempangan ini seorang artis ibukota "Delon Idol" turut memeriahkan ramainya pengucapan syukur tersebut. Tak pelak kehadiran Delon membuat warga khususnya kaum Hawa seperti histeris bahkan tak malu malu meminta foto bahkan berselfie-ria dengan Delon. Delon sendiri saat diwawancarai oleh MitraKawanua mengaku terkejut dengan euforia pengunjung serta terkagum kagum dengan pemandangan di Tetempangan Hill. "Luar biasa sungguh indah pemandangan dari tempat ini, disini juga saya pertama kali orang terbang dengan paralayang". "Sempat diajak terbang tandem tadi saya takut, pokoknya tidak akan terlupakan seumur hidup pengalaman di tetempangan, ujar Delon sambil tersenyum. Lanjut dikatakan oleh Delon orang Manado dan Minahasa yang ramah dan cantik cantik. Saya sempat kewalahan tadi di ajak selfie," ungkap Delon pada MitraKawanua.





Wenny Lumentut seperti biasanya mengatakan kegiatan ini tak lain dan tak bukan dirinya selenggarakan untuk memuaskan dan menghibur warga Sulut," Kapan lagi ada tontonan gratis seperti ini apalagi menghadirkan artis ibukota," ujarnya pada Reporter MitraKawanua.

(RobyKumaatMononimbar)

Sabtu, 23 Juli 2016

INI JAWABAN LURAH RANOMUUT TERKAIT DIRINYA MEMPERSULIT PENYALURAN DANA DUKA WARGA RANOMUUT




MITRAKAWANUAFM- Terkait dengan pemberitaan salah satu media online yang mengatakan bahwa Plt Lurah Ranomuut terkesan pandang enteng dan tidak memperdulikan seorang janda yang berinisial RK, saat menanyakan dana duka yang belum di salurkan oleh Pemkot Manado, di bantah oleh Plt Lurah Ranomuut Verry B.S.Tular.

Dikatakan pada Reporter MitraKawanua saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, dirinya bersama dengan Kepala Lingkungan I Debra Saerang sudah mengecek ke bagian keuangan bersamaan dengan dua dana duka lainnya yang juga belum tersalurkan tapi yang keluar baru dua keluarga. Itu yang saya katakan pada ibu tersebut, "masakkan saya sebagai Lurah berlaku seperti itu pada warga, apalagi sampai membandingkan saya dengan Lurah sebelumnya," tidak ada niatan dalam hati saya membedakan semua warga Ranomuut apapun strata sosialnya karena prinsip saya pelayanan pada warga itu yang utama,"pungkasnya.

Kepala lingkungan I Ranomuut Debra Saerang juga mengamini apa yang disampaikan oleh Plt Lurah,"Saya sudah berulang kali balik ke bagian keuangan tapi memang belum cair, jadi kalau ada pemberitaan di media saya dan Lurah berkolaborasi mempersulit warga untuk menerima santunan dana duka itu tidak benar,ujar salah satu dari 7 srikandi yang menjadi "Pala" di Kelurahan Ranomuut.

(RobyKumaatMononimbar)