PT. Radio Mitra Kawanua
Gedung Graha Jasa Group
Jl. Toar 59/61 - Manado | Kode Pos : 95112
Marketing : 0853 9888 2049 Peter (WA)
email : radio.mitrakawanua@yahoo.co.id


  • Radio Talk

    BPJS Ketenagakerjaan Manado | Disnaker Sulut | KSBSI Sulut

  • mitraONtheMOVE_Edisi OFFAIR

    Live dari Mega Trade Center with Suzuki Galesong Prima...

  • mitraFAMILY

    Growth in Character

  • Liputan RMK 91FM

    Gerakan Nasional "Save Our Littoral Life" di Pantai Malalayang

  • Gedung Radio Mitra Kawanua

    Radio Mitra Kawanua

  • Radio Talk

    BNN Kota Manado

  • Radio Talk

    BAPEDA Kota Manado

  • mitraFAMILY_Edisi OFFAIR

    Live dari Siloam Hospital Manado

  • mitraONtheMOVE

    Live dari Lion Hotel dan Plaza

  • Radio Talk

    Walikota Manado

  • MitraFAMILY

    Siloam Hospital Manado

  • Kru Mitra Kawanua FM bersama Narasumber

    Radio Mitra Kawanua

  • Kru Mitra Kawanua FM

    Radio Mitra Kawanua

Kamis, 25 Agustus 2016

Tunggak Raskin 5,5 M, Jatah Subsidi Warga Miskin Sulut Bakal Terhambat

Manado - Tunggakan pembayaran raskin di hampir semua kabupaten kota di Sulawesi Utara sebesar Rp. 5,5 milliar, dikhawatirkan akan mempengaruhi terhadap penyaluran bantuan subsidi pemerintah beras miskin (raskin) ke warga miskin di Sulut.

Kepala Biro Perekonomian Sulut Jane Wenur mengatakan tunggakan ini harus menjadi perhatian pemerintah daerah setempat. Jika daerah masih ada tunggakan, berkonsekuensi Bulog tidak akan menyalurkan beras subsidi tersebut. Menurutnya beberapa daerah menunggak cukup besar, seperti Kabupaten Minahasa sebesar Rp. 629 juta, Minahasa Utara Rp. 539 Juta, Kota Bitung sebesar Rp. 638 Juta, dan Kabupaten Sangihe Rp. 912 Juta.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey berharap pemerintah kabupaten dan kota dapat membayar tunggakan tersebut melalui APBD, agar warga miskin tetap dapat menikmati subsidi beras raskin.

Jane Wenur menambahkan pihaknya sudah menyampaikan persoalan ini ke perwakilan kabupaten dan kota di Sulawesi Utara, sehingga bisa merespon masalah ini dan bisa melunasinya.

(pw, rmk)

Persma 1960 Kandaskan Ps Bank Sulut 2-0

Manado - Klub kebanggaan masyarakat Manado Persma 1960 kembali memperlihatkan permainan apiknya saat bertanding melawan Ps Bank Sulut dalam lanjutan Liga Nusantara, kemarin, Rabu 24 Agustus 2016. Bertempat di stadion kebanggan Sulut "Stadion Klabat", Persma 1960 menggilas PS Bank Sulut dengan skor telak 2-0.

Stadion Klabat bergemuruh ketika menit ke-55, pemain Persma 1960 Novri Kasalang sukses menjadi eksekutor pinalti ke gawang PS Bank Sulut, setelah sebelumnya wasit memberikan hadiah pinalti saat Hendra Panambunan di jatuhkan pemain Ps Bank Sulut di kotak terlarang. Skor 1-0 pun terjadi untuk Persma.

Anak-anak Persma 1960 terus menggempur pertahanan PS Bank Sulut. Usaha anak-anak klub kebanggaan warga manado ini pun membuahkan hasil. Di menit ke-71 Herry Lontoh kembali menambah gol bagi Persma 1960 menjadi 2-0.
Skor 2-0 menjadi akhir dalam pertandingan yang didukung ribuan pendukung kedua tim.

Manajer Persma 1960 Christian Yokung mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para suporter dan segenap masyarakat manado yang telah mendukung Persma 1960. "Tanpa supporter kami bukan apa2, terima kasih dan respect buat kalian semua, Gbu" demikian ungkapnya.

Kemenangan ini tentunya modal berharga bagi segenap pemain, staf dan pelatih Persma 1960 dalam menjalani pertandingan selanjutnya di Liga Nusantara melawan Persis Sangihe, yang dijadwalkan bertanding pada Sabtu, 27 Agustus 2016 mendatang. Selamat buat Persma 1960..!!

VIVA PERSMA 1960..!!

(pw, rmk)


Air Laut jadi Air Langsung Minum, di Bunaken Tempatnya

MANADO — Setelah dihadirkan PLTS yang melayani seluruh pulau, Bunaken kini memiliki fasilitas pengolah air laut menjadi air yang bisa langsung diminum. Fasilitas itu dinamakan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).


SWRO itu telah menjalani uji coba. Tenaga Ahli Kementerian PUPR Ir Lucky Korah MSi bersama pejabat teknis Kementerian PUPR menyaksikan langsung uji coba itu. “Benar, boleh langsung diminum. Airnya sama seperti air mineral biasa,” kata Lucky Korah, yang juga mantan Wali Kota Manado.
Dijelaskan juga, SWRO yang berlokasi di Pangalisan itu memiliki kapasitas 2,5 liter/detik, dan bisa melayani 800 KK. Menurut konsultan, proyek yang dikerjakan sejak 2013 itu akan menjalani uji coba enam jam per hari, dengan total waktu uji coba selama 440 jam.

Sementara Lucky Korah menambahkan, sebelum fasilitas pengolah air langsung minum ini dioperasikan, Pemkot Manado harus menyiapkan kelembagaan (PDAM atau semacamnya).
“Pemkot juga harus menyaksikan uji coba sekaligus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, dan juga menyediakan tenaga operator. Artinya, tanggung jawab penuh Pemkot sehingga fasilitas ini berfungsi dengan baik,” ujar Korah.

(ism, Gomanado)

Kandouw Ajak ASN Sulut Jadi Pelopor Tax Amnesty

MANADO – Bertempat di ruang Mapaluse Kantor Gubernur Sulut, Selasa (23/08/2016) Pemprov Sulut menggelar sosialisasi Tax Amnesty kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Sulut dan Pencanangan Sulut Provinsi Pelopor Sadar Pajak. Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Sulut, Drs. Steven Kandouw, mengajak seluruh ASN di Provinsi Sulut  menjadi pelopor Tax Amnesty.

Dikatakan Kandouw, keberlangsungan pemerintahan di daerah sangat bergantung dari dana transfer pemerintah pusat. Pemotongan 10 persen Dana Alokasi Khusus (DAK) yang terjadi di daerah disebabkan target penerimaan negara masih rendah. Untuk itu Pemerintah mengambil langkah strategis berupa Tax Amnesty untuk menutup celah target penerimaan negara.
“Ini waktu yang tepat bagi kita segenap ASN untuk mendaftarkan kekayaan kita sekaligus mensosialisasikan program ini bagi seluruh masyarakat. Negara tidak akan menyelidiki sumber kekayaan anda, mari kita menjadi pelopor dan teladan dengan mensukseskan Tax Amnesty serta pajak kendaraan bermotor,” ajak Kandouw.
Dia berharap dengan adanya Amnesti Pajak ini, para wajib pajak terlebih ASN di Provinsi Sulut, dapat memanfaatkan kemudahan yang diberikan oleh pemerintah.
“Ada batas waktu yang telah diberikan, sehingga secepatnya lebih baik,” tandas Kandouw.
Kepala Dinas Pendapatan Pendapatan Provinsi Sulut, Drs. Roy Tumiwa MPd menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakan sosialisasi ini, guna memberikan pemahaman dan meningkatkan kesadaran wajib pajak terlebih kepada ASN.
Selain itu diharapkan Sinergitas antara pemerintah Provinsi dengan Kabupaten/Kota bahwa penting, sehingga dapat mensukseskan Program di Sektor Pajak.

(ism, Gomanado)

Rabu, 24 Agustus 2016

Terkait Pemotongan Dana Transfer Daerah, Gubernur Sulut Bakal Kritisi Menkeu

MANADO – Kebijakan Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani terkait dengan pemotongan dana transfer daerah sebesar 26 persen, mendapat sorotan dari Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey, SE. Dia berjanji akan mengkritisi kebijakan tersebut.


“Saya kebetulan belum bertemu dengan Ibu Menteri Keuangan Sri Mulyani, kalau ketemu saya akan kritisi kebijakan Menkeu ini,” janji mantan politisi Senayan ini, dihadapan peserta Forum Konsultasi Regional Produk Domestik Regional Bruto se- Sulawesi, Maluku dan Papua (Konreg PDRB Sulampua) yang dibukanya pada Minggu (21/08/2016) di Sintesa Peninsula Hotel Manado.

“Mengingat dana tersebut masih sangat kecil hanya 26 persen, sebaiknya pemerintah pusat jangan memotong dana trsanfer daerah tersebut, karena bertentangan dengan program Nawa Cita yang digulirkan Presiden Jokowi yaitu membangun dari pinggiran. Itu artinya bahwa pembangunan yang akan dilaksanakan kedepan akan diprioritaskan di luar pulau jawa dengan kata lain, pembangunan diprioritaskan termasuk pada kawasan ini, kawasan Sulampua. Sedangkan dana sebesar  74 persen di gunakan oleh pemerintah pusat. Bagaimana daerah-daerah di kawasan Sulampua ini  bisa  berkreasi membangun sektor ekonominya guna menopang pertumbuhan ekonomi nasional, kalau dana transfer saja hanya 26 persen, tapi dipotong lagi,” tegas Dondokambey, sembari menyebutkan, kawasan Sulampua paling banyak ruang dan semua ada sumber daya alam.
Pada kesempatan itu, Dondokambey juga menyampaikan kemajuan ekonomi Sulut lewat sektor pariwisata, hanya sebulan sebanyak 11 ribu turis asal Tiongkok (China) datang di Sulut. Industri pariwisata ini sangat cepat menanggulangi kemiskinan dan pengangguran di daerah ini.
“Pariwisata di Kawasan Sulampua ibarat perawan yang belum di sentuh, tapi dikawasan lain sejak lama melakukannya,” ujar Donsokambey.

Menurutnya, walaupun share ekonomi kawasan Sulampua terhadap ekonomi nasional tidak sampai 10 persen di tahun 2015, namun  pertumbuhan ekonomi nasional malahan untuk Provinsi di pulau Sulawesi jauh berada diatas pertumbuhan ekonomi nasional yang pada tahun 2015 sebesar 4,98 persen.
Dari data yang ada menunjukan bahwa di tahun 2015 hanya tiga Provinsi di kawasan Sulampua yang presentasi penduduk miskin dibawah rata-rata nasional (nasional 11,13 persen), bahkan ada beberapa Provinsi yang hampir mencapai 30 persen penduduk miskinya.
Kepala Bappeda Provinsi Sulut, Ir. Roy O Roring MSi menyampaikan tujuan Konreg ini untuk menindaklanjuti hasil keputusan Konreg PDRB se-Sulampua di Ternate Provinsi Maluku Utara akhir tahun lalu. Menyamakan konsep dan definisi, persepsi serta perspektif dalam rangka penyusunan jenis-jenis indikator, data dan informasi tentang potensi dan pembangunan sosial ekonomi provinsi se- Sulampua dan mengamati ketergantungan antar wilayah serta aksesibilitas dengan kawasan-kawasan regional lainnya.

(Gomanado.com)

Wagub Kandouw Buka Pameran 11 Pulau Terluar Sulut

MANADO – Badan Perbatasan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), menggelar  pameran 11 pulau terluar bertempat di Manado Town Square, Selasa (23/08/2016). Kegiatan tersebut dibuka Wakil Gubernur Sulut, Drs. Steven Kandouw.

Pameran ini dimaksudkan untuk untuk mengenalkan kepada masyarakat tentang kondisi pulau-pulau terluar yang ada di wilayah perbatasan Negara Indoesia dan Negara Filipina.


“Pameran ini bukan hanya mempromosikan dan memberi informasi terkait keadaan pulau terluar, namun menunjukan bahwa negara hadir dalam menjaga keutuhan NKRI. Dalam pameran ini dapat dilihat kondisi sebenarnya di wilayah perbatasan,” kata Wagub Kandouw dalam sambutannya.
Dia mengajak seluruh stakeholders untuk menjaga Indonesia terlebih khusus di daerah perbatasan, dengan membangun kerjasama untuk menjaga daerah perbatasan yang jug merupakan tanggungjawab bersama demi menjaga kehidupan anak bangsa di negara ini.
 
Tak lupa Wagub menyampaikan terima kasih kepada unsur Forkompimda Sulut yang telah bersama pemerintah menjaga keutuhan NKRI dengan menjaga daerah perbatasan, sehingga kondisi keamanan daerah Sulut

(Gomanado.com)

Zulkifli Hasan: Ahok Surveinya Paling Tinggi, Hanya Risma Lawan yang Seimbang

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan berharap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) mau mengusung Wali kota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta pada 2017 nanti.
Ia menilai, elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sangat tinggi dan yang bisa memandingi hanya Risma.

"Untuk Jakarta, saya selalu katakan kami berharap PDI-P bisa mengusung Risma. Pak ahok surveinya paling tinggi paling kuat, lawan yang seimbang agar warga Jakarta punya pilihan alternatif itu Risma," ujar Zulkifli usai menghadiri perayaan HUT ke-18 PAN, di Kantor DPP PAN, Jakarta Selatan, Selasa (23/8/2016) malam.

Zulkifli mengatakan, PAN terus melakukan komunikasi politik dengan PDI-P. Hal itu, kata dia, guna meyakinkan PDI-P agar mau mengusung Risma sebagai Calon Gubermur DKI Jakarta.
Meskipun demikian, kata dia, PAN tetap menghormati apapun keputusan PDI-P, termasuk jika nantinya tidak mengusung Risma.


"Jauh-jauh hari kami sudah sampaikan, partai-partai lain juga sudah sampaikan, terpulang itu hak partai. Apapun yang diputuskan PDI-P kami hormati betul itu," kata dia.
Terkait calon wakil gubernur yang ideal menurut PAN, Zulkifli menilai bahwa Bupati Bojonegoro Suyoto adalah sosok yang tepat.
"Kalau dari internal (partai) kan ada Kang Yoto, Suyoto," kata dia

(Kompas.com)

10 Negara Penjual Rokok dengan Harga Termahal di Dunia


Inilah 10 negara penjual rokok dengan harga termahal di dunia.

(CNNIndonesia)

Polisi Filipina Dilarang Selfie dan Mengupil

Kepolisian Nasional Filipina mengeluarkan berbagai larangan bagi aparat demi menghindari kesan negatif di masyarakat. Salah satu di antaranya adalah larangan untuk selfie dan melakukan gestur remeh yang dianggap tidak perlu, seperti mengupil.

Seperti diberitakan Philippine Star pekan ini, larangan ini dikeluarkan setelah beberapa polisi memajang foto selfie mereka saat berpatroli di Facebook. Hal ini dianggap mengganggu kinerja dan membuat citra buruk kepolisian.
Direktur Kepolisian Regional Ibu Kota, Rolando Nana, memaparkan larangan-larangan tersebut dalam sebuah memorandum. Polisi, kata dia, dilarang membuang sampah sembarangan di bioskop, restoran dan tempat rekreasi lainnya, tidur, merokok, membaca koran dan mengirim SMS yang tidak perlu saat bertugas.

"Bermain game online, selfie/groupie, mengunyah permen karet, berlaku tidak enak dipandang publik seperti berdiri dengan satu kaki, menggaruk bagian tubuh dan mengupil," ujar memorandum yang ditandatangani Nana.

Polisi di Filipina memiliki sejarah buruk dengan selfie di media sosial. Tahun 2010, polisi mengambil foto diri di depan bus bekas penyanderaan di Manila yang menewaskan sembilan orang. Polisi juga pernah dikritik karena berfoto di lokasi yang dihantam topan Haiyan pada 2013. Bencana ini menewaskan lebih dari 6.300 orang.

Perintah untuk menjaga citra kepolisian ini juga dikeluarkan seiring rencana pengerahan tambahan pasukan ke jalanan kota Manila.

Pemerintah Rodrigo Duterte saat ini tengah berperang dengan narkoba dan menghalalkan tembak mati di jalan bagi bandar dan pemilik barang haram tersebut. Sejauh ini telah 1.900 orang tewas dalam berbagai operasi polisi mau pun yang menjadi korban main hakim sendiri warga.

(CNNIndonesia)

Senin, 01 Agustus 2016

AGENDA DEWAN AMBURADUL FELLY RUNTUWENE MINTA DUA TOP LEADER DEPROV SULUT KOMIT



.

MITRAKAWANUAFM- Molornya beberapa agenda dewan mulai dari Rapat Paripurna hingga pembahasan tingkatan pansus beberapa waktu terakhir, ditanggapi kritis oleh personil Komisi III Deprov Sulut dari Partai Nasdem Felly Runtuwene saat ditanyai oleh media di tengah-tengah pelaksanaan Pembahasan Ranperda RPJMD di Deprov Sulut, Jumat 29/7-2016.

Menurutnya hal tersebut terjadi karena top leader di Deprov Sulut kurang komit dengan agenda agenda yang sudah di sepakati bersama."Dorang yang beking tu agenda kong dorang sendiri yang langgar," ujar legislator berparas cantik ini.

Lanjut dikatakan oleh Felly, "Waktu Deprov Sulut dipimpin oleh ketua yang sekarang sudah jadi wakil gubernur hal seperti yang terjadi sekarang tidak akan terjadi. Itu karena komitmen yang terus di jaga dan hal tersebut yang tidak di miliki oleh top leader yang sekarang ada di Deprov Sulut. Kalau top leadernya komit hal tersebut tidak akan terjadi," tutur wanita yang nyaris menjadi wakil Bupati Minsel 2010-2015 andai saja Pilkada Minsel berlangsung satu putaran pada waktu itu.

(Robby)