PT. Radio Mitra Kawanua
Gedung Graha Jasa Group
Jl. Toar 59/61 - Manado | Kode Pos : 95112
Marketing : 0853 9888 2049 Peter (WA)
email : radio.mitrakawanua@yahoo.co.id


  • Radio Talk

    BPJS Ketenagakerjaan Manado | Disnaker Sulut | KSBSI Sulut

  • mitraONtheMOVE_Edisi OFFAIR

    Live dari Mega Trade Center with Suzuki Galesong Prima...

  • mitraFAMILY

    Growth in Character

  • Liputan RMK 91FM

    Gerakan Nasional "Save Our Littoral Life" di Pantai Malalayang

  • Gedung Radio Mitra Kawanua

    Radio Mitra Kawanua

  • Radio Talk

    BNN Kota Manado

  • Radio Talk

    BAPEDA Kota Manado

  • mitraFAMILY_Edisi OFFAIR

    Live dari Siloam Hospital Manado

  • mitraONtheMOVE

    Live dari Lion Hotel dan Plaza

  • Radio Talk

    Walikota Manado

  • MitraFAMILY

    Siloam Hospital Manado

  • Kru Mitra Kawanua FM bersama Narasumber

    Radio Mitra Kawanua

  • Kru Mitra Kawanua FM

    Radio Mitra Kawanua

Rabu, 20 Juli 2016

TIDAK TERIMA RASKIN JANDA RANOMUUT CURHAT PADA WARTAWAN




MITRAKAWANUAFM- Seorang warga Ranomuut,Janda Marthina Karaeng Kalondo lingkungan III Ranomuut curhat kepada Reporter MitraKawanua, bahwa dirinya tidak menerima raskin serta namanya tidak ada di daftar penerima raskin di lingkungan III Di Ranomuut tempatnya berdomisili.

Untungnya, lewat kebijakan Kepala lingkungan VI yang berbatasan dengan lingkungan III Ranomuut Janda tersebut bisa menerima,"terang sang janda. Plt Lurah Ranomuut Verry. B. S. Tular saat di konfirmasi mengatakan bahwa yang bersangkutan memang layak untuk menerima raskin hanya saja nama yang bersangkutan tidak ada di daftar nama yang akan di keluarkan oleh Bulog.

Tapi yang pasti dalam waktu dekat ini menurut Lurah, pihak kelurahan,kepala lingkungan bersama Bulog akan langsung melakukan pendataan kembali untuk memverifikasi langsung pada penerima apakah masih layak untuk menerima atau tidak, karena diharapkan dari daftar penerima lama tersebut ada yang taraf hidupnya sudah berubah, sehingga bisa digantikan dengan keluarga yang lebih layak menerima.

Yang pasti akan di tindak lanjuti laporan setiap pengeluhan dari masyarakat,ujar Plt Lurah Ranomuut yang juga adalah Kepala Seksi Pemerintahan di Kantor Kecamatan Paal 2.

(RobyKumaatMononimbar)

Senin, 18 Juli 2016

PEMBODOHAN ALA POKEMON GO (BLOK)



MITRAKAWANUAFM - Dunia sedang booming injeksi "Pembodohan" bernama aplikasi game Pokemon GO (BLOK).
Tanpa disadari kaum bilderberg semakin canggih membangun perangkat "intelijen" dalam bentuk game yang terbalut teknologi interconnecting geospasial (maps) bernama Pokemon GO (BLOK).

Tahukah anda mengapa saya sebut permainan ini adalah perangkat intelijen yang sengaja diciptakan untuk merekonsiliasi data citra fisik valid untuk memetakan setiap sudut wilayah negara-negara dimana para user mengaktifkannya.

Dikala satelit yang digunakan oleh google earth dan google maps tak mampu menjangkau gambaran sempurna 3 dimensi dalam sebuah wilayah, maka mereka menggagas ide baru memanfaatkan kebodohan para gamers atau gadget maniac dalam menjalankan agenda maping intelijen NWO untuk memetakan sistem pertahanan dan unit-unit vital setiap negara lewat game yang mengkoneksikan fitur kamera, maps dan data celular.

Coba bayangkan jika seluruh Pejabat, Tentara, Polisi, PNS dan masyarakat awam berbondong memainkan game Pokemon GO (BLOK) ini diwilayah kerja masing-masing..berapa banyak data valid bangunan fisik serta citra ruang yang harusnya bersifat rahasia bagi suatu pertahanan negara dapat diakses hanya karena kebodohan orang-orang itu yang seolah-olah diminta mencari binatang bernama Pokemon itu.

Hal ini mengingatkan saya pada sebuah teknik operasi intelijen yang dijalankan USA melalui eksploitasi dan analisis pencitraan dan informasi geospasial dalam menggambarkan fitur fisik dan aktivitas secara geografis di bumi atau yang mereka sebut Geospatial Intelligence.

Salah satu contoh pemanfaatan yang sangat jelas terlihat adalah pemanfaatan aplikasi geoweb seperti Google Earth dan Google Maps oleh pasukan Amerika Serikat dalam operasi penyergapan, penangkapan dan pembunuhan Osama bin Laden di rumah persembunyiannya pada tanggal 2 Mei 2011 yang lalu.

Berkat Google Maps dan Google Earth, mereka dapat mengikuti perjalanan Bin Laden mulai dari Khartoum sampai Jalalabad sampai daerah terpencil dimana ia bersembunyi lalu menemui akhir hidupnya di pakistan.

Jika hal itu baru menggunakan sistem google earth yang hanya mencitrakan bentuk datar dari atas satelit lalu bagaimana jika sistem itu semakin sempurna dengan metode yang tak diduga-diduga dapat mengumpulkan data fisik 3d faktual lewat sebuah aplikasi game.

Bayangkan jika para menteri-menteri, jenderal-jenderal, perwira-perwira tinggi Tentara/Polisi, DPR, Serta seluruh perangkat pegawai negeri sipil ikut latah memainkan game tersebut akibat "booming trend" berapa banyak rahasia data citra fisik yang bisa didapatkan gratis oleh provider game yang telah bekerjasama dengan Institusi Intelijen Dunia itu.

Oleh karena itu jangan anggap remeh sebuah teknologi berkedok entertainment dan saya harap Presiden dapat memberikan warning kepada para perangkat negara untuk tidak memainkan game tersebut dan bahkan karena berpotensi sebagai ancaman bagi pertahanan dan keamanan negara maka game itu sah untuk di bloking di Indonesia.

Mari asah terus daya nalar dan kesadaran..Teknologi pada satu sisi memang bermanfaat tapi jangan sampai anda dieksploitasi oleh Teknologi.

(Prof Dr Tina Afiatin, MPsi ,Dekan Fak Psikologi UGM)

Sabtu, 16 Juli 2016

CHRISTIAN YOKUNG : PERSMA ITU TORANG, TORANG ITU PERSMA / TOAR PIOH : SEMUA DI DASARI OLEH KECINTAAN TERHADAP PERSMA




MITRAKAWANUAFM- Seiring dengan terpuruknya Persma dengan segala kebesarannya,semakin redup pula minat dan kecintaan masyarakat terhadap Persma.
Namun siapa sangka di balik terpuruknya Persma  masih ada insan yang mau berkomitmen untuk kembali memajukan Persma.

Adalah Christian Yokung dan Toar Pioh dua tokoh muda dari latar belakang yang berbeda yang satu pengusaha muda, yang satunya lagi seorang Perwira yang pada usia relatif muda sudah meraih karir tertinggi dalam dunia kemiliteran dimana Tor Pioh adalah Komandan Kodim 1309 Santiago sedangkan Christian Yokung adalah pengusaha muda yang juga sukses di bidangnya.




Saat di wawancarai disela sela persiapan Persma dalam pembentukan tim untuk mengikuti Liga Nusantara. Nama Persma 1960 sendiri adalah nama baru Persma setelah kenggotaannya di coret oleh FIFA karena masalah transfer dan pembayaran gaji pemain yang tidak tuntas pada dua legiun asingnya saat mengarungi kompetisi Divisi Utama Tahun 2008-2009. Saat ditanyakan apa yang mendasari Keduanya hingga sepakat terlibat mengelola Persma keduanya sepakat mengatakan hal utama yang mendasari niat mereka berdua adalah kecintaan mereka terhadap Persma. Sebagai insan yang pernah menikmati kejayaan Persma saat Mantan Gubernur EE.Mangindaan menjadi pembinanya dengan Slogan ENJOY YES yang terus membahana hingga saat ini, kamu rindu Susana itu hadir lagi di Stadion Klabat Manado.




Lebih lanjut "Ko Chris " sapaan akrabnya mengatakan saya Manageri Persma dengan Kas Rp.0 itu bukan berarti saya tidak mampu untuk membiayai Persma Namaun saya ingin membangkitkan euforia dari segenap pecinta bola dan olahraga untuk turut prihatin dengan keberadaan Persma, sekecil apapun kepedulian masyarakat terhadap Persma akan dihargai oleh pihak manajemen karena kalau semuanya dibiayai oleh sendiri itu artinya Persma milik saya sendiri. Kalau semua pihak turut mengambil bagian dalam pembiayaan terhadap Persma tentunya  rasa memiliki Persma akan tertanam dalam hati semua pecinta Persma dan otomatis Pertanggungjawaban saya bukan hanya ke pengurus tapi juga pada semua pecinta Persma makanya jargon Persma yang sekarang PERSMA ITU TORANG TORANG ITU PERSMA, klub sebesar Chelsea-pun menerapkan pola seperti itu,"ujarnya pada Mitra Kawanua.

Lain lagi yang dikatakan oleh Toar Pioh,"walaupun Skep belum ada kesediaan saya menjadi salah satu penanggung jawab Persma karena keprihatinan sekaligus kerinduan saya agar Persma kembali mengorbit dalam kancah persepakbolaan bolaan nasional. Hari ini saya beserta segenap personil Kodim1309 Santiago itulah salah satu bentuk kepedulian kami, saya tanamkan pada personil saya kalau kalian datang kesini adalah bentuk kepedulian dan kecintaan terhadap olahraga utamanya sepakbola bukan karena d perintah oleh saya. Apalagi dalam Tubuh Angkatan Darat ada program kemitraan yang salah satunya adalah pengembangan dunia olahraga jadi bukan hanya Sepakbola saja,"paparnya pada Mitrakawanua saat diwawancarai kemarin disela sela kegiatan Jumpa Berlian yang digagas oleh Kodim 1309 Santiago bersama dengan Dispora Kota Manado berupa bersih bersih Stadion Klabat kemarin Jumat,16/07-2016.




Selain itu menurutnya suatu waktu saya rindu bukan bendera negara lain yang berkibar di langit Sulawesi Utara saat Event Piala Dunia berlangsung dan Indonesia adalah salah satu kontestannya. Banyak Orang bilang itu mimpi tapi semuanya memang harus diawali dengan mimpi, islandia saja yang populasi penduduknya masih lebih sedikit dari penduduk Sulawesi Utara saja bisa,kenapa kita tidak,"ujarnya mengakhiri wawancara.

(RobykumaatMononimbar)

DR JERRY MASSIE : "PERDA SAMPAH OMPONG" ,SATGAS GEMPITA JANGAN HANYA SIBUK NILAI KINERJA ASN




MITRAKAWANUAFM - Pemberlakuan kembali Perda No 7 Tahun 2006 tentang sampah dengan ancaman sanksi yang berat buat yang melanggarnya ternyata belum ampuh untuk merubah pola dan perilaku masyarakat dalam membuang sampah. Hal ini masih terlihat di hampir semua tempat di kota Manado di pinggiran maupun di Pusat Kota.

Dr Jerry Massie salah seorang pengamat masalah sosial dan perkotaan saat dimintai tanggapannya terkait hal ini mengatakan," masalahnya bukan hanya pada pola perilaku masyarakat dalam membuang sampah, kewibawaan dari Perda itu juga menentukan," ujarnya pada Reporter MitraKawanuaFM.

Menurutnya bicara tentang Perda berkaitan erat dengan kewibawaan pemerintah sebagai stake holder yang berkompeten memberlakukan Perda ini. Baginya tidak bisa ada alasan lagi dari pemerintah bahwa Perda ini baru diberlakukan kembali," Perda ini kan sudah di buat sejak tahun 2006 dan baginya istilah Pemberlakuan kembali hanyalah dalih dari pemerintah karena sebuah Perda saat di berlakukan tidak mengenal istilah dibatalkan atau di tangguhkan pemberlakuannya kecuali Perda itu sudah di bekukan," paparnya. Ingat bukan sedikit uang rakyat di gunakan untuk membuat Perda ini, jangan sampai Perda ini nantinya akan di bekukan oleh Presiden Jokowi sama seperti ribuan Perda lainnya yang di bekukan oleh Presiden Jokowi karena tidak efektif atau menyulitkan investor seperti yang dikatakan oleh Presiden Jokowi.

Lanjut menurut Massie sebenarnya Satgas Gempita jangan hanya disibukkan dengan penilaian kinerja ASN tapi juga harus banyak turun ke masyarakat cari tau apa saja program pemerintah yang belum benar benar dirasakan oleh masyarakat, Perda sampah ini adalah satu contoh," pungkas Jerry Massie

Lebih lanjut dirinya mengatakan kalau di perhatikan di Kantor Walikota Manado sendiri kebersihan belum terjaga seperti yang selalu diserukan oleh pemerintah Kota Manado selama ini yaitu menciptakan kota Manado yang bersih di mulai dari kantor sendiri.

"Coba perhatikan sejumlah fasilitas di kantor walikota sangat jorok seperti WC dan yang paling menyolok di area parkir di belakang Bank Sulut cabang Kantor Walikota tercium bau yang menyengat karena IPAL (instalasi pembuangan air limbah komunal) yang bocor dan sampai saat ini belum diperbaiki. Bagaimana pemerintah kota menyerukan pada masyarakat kalau di kantor walikota saja kondisinya seperti itu,"paparnya.

Kalau pemerintah tidak ingin dikatakan Perda ini ompong sebenarnya infrastruktur penunjang dari Perda ini sudah harus lengkap terutama tempat untuk membuang sampah mutlak ada di banyak tempat agar tidak ada alasan dari masyarakat seperti sekarang ini yang sering beralasan," Kong mo buang dimana dang Torang pe sampah? enter Tampa sampah nyandak ada, belum lagi kalau tempat sampahnya ada justru ditempat yang tidak strategis sehingga tempat sampah yang sebenarnya digunakan oleh satu kelurahan justru digunakan bersama dengan pengguna lain yang kebetulan melintas contoh di bilangan Kairagi weru masyarakat dari Minut-pun bahkan menggunakan tempat sampah tersebut,"ujar warga Kairagi weru saat dimintai tanggapannya

Hal senada dikatakan oleh Stanley Borahi warga Ranomuut, menurutnya selain tempat buang sampah yang masih kurang,siapa yang akan melakukan penindakan jika didapati adanya pelanggaran tidak jelas, tidak ada sosialisasi pada masyarakat terkait hal tersebut.Selain itu menurutnya satu hal yang tidak kalah pentingnya adalah adanya publikasi pada masyarakat kalau sanksi dari Perda itu benar benar ada dengan mempublikasikan siapa saja yang sudah pernah ditindaki karena melanggar ketentuan dalam perda tersebut.

Kadis Kebersihan Kota Manado Julises Ohlers saat dimintai klarifikasi mengakui masih kurangnya fasilitas penunjang untuk menunjang Perda tersebut, tapi yang pasti pihaknya akan mengupayakan semuanya. Namun dirinya juga menghimbau pada masyarakat jangan hanya berharap pada pemerintah kalau ada tempat sampah yang bisa diupayakan secara swadaya mengapa tidak,"ujarnya.

Begitu juga Walikota Manado GS Vicky Lumentut saat dimintai tanggapannya mengatakan akan memanfaatkan CSR ( Corporate Sosial Responsisilty ) dari BUMD yang ada di Kota Manado untuk menambah infrastruktur penunjang agar kedepannya Perda Sampah ini bisa diterapkan secara maksimal. Terkait siapa yang akan melakukan penegakan tentunya adalah Pol PP sesuai dengan Tupoksi mereka ditambah dengan personil dari dinas Kebersihan dan Kecamatan atau Kelurahan. Intinya di mulai dulu,"kalau tunggu semuanya siap, kapan pola dan perilaku masyarakat dalam membuang sampah bisa berubah," ujar Walikota yang terpilih untuk kedua kalinya untuk memimpin kota Manado bersama pasangannya Moor Bastian, dimana pada periode pertama dirinya berpasangan dengan Harley Mangindaan.

(RobyKumaat Mononimbar)



Selasa, 12 Juli 2016

Pintu Kejayaan Pariwisata Sulawesi Utara Telah Terbuka Lebar

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menyatakan dibukanya penerbangan kota-kota Cina ke Manado merupakan langkah awal menggenjot jumlah kunjungan wisatawan ke daerah ini. Target kunjungan wisatawan asing yang dibidik pemerintah Bumi Nyiur Melambai itu sebanyak 1 juta orang.

Olly mengatakan target kunjungan wisatawan asing yang mencapai 1 juta orang itu akan terealisasi dengan hadirnya infrastruktur penunjang. “Perputaran uangnya besar di sektor pariwisata. Saya menargetkan wisatawan asing yang datang membuang uang minimal Rp 15 juta per orang. Jadi kalau target kami tembus sampai 1 juta orang, bisa dibayangkan dampaknya,” tutur Olly.

Tahun lalu, secara kumulatif, kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulawesi Utara tercatat 19.465 orang yang melalui Bandara Sam Ratulangi. Olly mengatakan wiswan yang datang lewat penerbangan enam kota dari Cina akan menjadi awal kembalinya masa kejayaan pariwisata Sulawesi Utara.

Sampai akhir tahun, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menargetkan kunjungan wisman Cina sekitar 30 ribu. Target ini diraih melalui paket wisata terjangkau senilai Rp 10 juta selama lima hari empat malam di Manado. “Kami sudah menerima calon investor, baik perhotelan maupun yang lain. Kami mendorongnya untuk masuk,” ujarnya.

Data Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulawesi Utara menunjukkan, capaian investasi sektor pariwisata sendiri senilai Rp 193,04 miliar, jauh di bawah sektor industri dengan porsi 32,41 persen yang realisasi investasinya mencapai Rp 983,76 miliar, juga energi dan sumber daya mineral yang mencapai Rp 251,32 miliar.

(Tempo.co)

Manado dibanjiri Wisman Asal China

Sulawesi Utara (Sulut) mulai rutin dikunjungi wisatawan Cina. Setelah 4 Juli dikunjungi 205 wisatawan, maka pada Jumat (8/7/2016), 204 turis Negeri Panda mendarat di Bandara Internasional Sam Ratulangi dengan menggunakan charter flight (penerbangaan sewaan) Lion Air.

Lion Air sendiri akan melakukan 246 penerbangan dari delapan kota di Cina ke Manado. Akselerasi penambahan akses udara ini ditambah lagi dengan Citilink, yang menjadwalkan 36 penerbangan dari Hong Kong dan Chengdu ke Manado, serta Sriwijaya Air, dengan 8 penerbangan dari Guangzhou ke Manado.
Bila digabung dengan Lion yang punya 246 penerbangan, rute Chongqing, Changsa, Wuhan, Chengdu, Macau, Shenzhen, Guangzhou, Hong Kong, dan Shanghai ke Manado, maka akan ada 315 penerbangan internasional dari Cina yang mendarat di Bandara Sam Ratulangi.

“Kami bertekad mendatangkan turis Tiongkok 100.000-150.000 orang per tahun. Frekuensi penerbangan sedikitnya 10 kali per minggu, yang mendatangkan 10.000-12.000 turis,” ujar Chief Representative Lion Air Cina, William Wu, Sabtu (8/7/2016).

Bila ini terealisasi, peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Manado akan naik lebih dari lima kali lipat. Data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulut mencatat, asumsi pertumbuhan kunjungan wisman ke Sulut rata-rata 20 persen per tahun. Jumlah tertinggi, tercatat pada 2011, yang mencapai 20.017 orang. Angkanya baru seperlima dari target yang ditetapkan William Wu.

Soal target, William Wu mengaku sangat optimistis, sebab wisata bahari di Manado sangat disukai wisatawan Tiongkok, mulai kawasan Boulevard, Danau Tondano, hingga Bunaken.
“Di Tiongkok tidak ada wisata bahari. Kami tinggal menitipkan pengembangan fasilitas pariwisata di Sulawesi Utara,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulut, Happy Korah mengatakan, kedatangan wisman Cina ke Manado akan memberi dampak positif bagi perekonomian Sulut. Restoran, hotel, tempat wisata, pusat hiburan dan belanja, toko oleh-oleh, bus, taksi, dan pemandu wisata akan punya peluang mendulang pendapatan ekstra.

Untuk menwujudkan hal itu, Korah berjanji untuk segera membenahi hal-hal yang masih dirasa kurang. “Pada 12 Juli, ada sekitar 2.000 turis yang akan tiba di Manado dengan penerbangan Citilink dan Sriwijaya. Kami akan persiapkan segalanya,” katanya.
Soal keamanan, Kapolda Sulut, Brigjen Pol Wilmar Marpaung menyatakan siap. Sejumlah titik rawan telah diamankan dan diawasi ketat. Pos pengamanan juga sudah ditambah.

“Polda Sulut memang sedang bersiaga mengamankan Lebaran. Kami tentu akan melakukan yang terbaik. Pariwisata dan tingkat keamanan di Sulut harus baik, supaya nama baik Sulut di mata mancanegara tetap terjaga,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya selalu mengingatkan 3A dalam konsep pengembangan destinasi pariwisata, yakni atraksi, akses dan amenitas (fasilitas penunjang). Lion, Citilink, dan Sriwijaya Air sudah berjuang untuk memperbaiki akses.

"Pikirkan atraksi yang hendak dijual, dan amenitas selama berada di Kota Manado dan Sulawesi Utara. Jangan sampai mereka kecewa dan pulang membawa kesan yang tidak nyaman," pesan mantan Dirut PT Telkom tersebut.

Bandara Sam Ratulangi pun akan terus berbenah menjadi airport internasional dengan fasilitas yang makin lengkap.
"Saya kira tinggal keseriusan gubernur dan wali kota atau bupati untuk menempatkan pariwisata sebagai sektor unggulan. Itu harus tercermin dari keseriusannya menempatkan kadispar (kepala dinas pariwisata) dan memprioritaskan budget pariwisata," kata Menpar.

(Suara.com)

Citilink Buka Rute Penerbangan Hong Kong-Manado

PT Citilink Indonesia membuka rute baru penerbangan langsung dari Hong Kong ke Manado dan sebaliknya.

Sebanyak 180 wisatawan asal Hong Kong dan China ditargetkan terangkut pada penerbangan perdana Citilink dari Hong Kong ke Manado pada 12 Juli 2016. Penerbangan langsung dengan menggunakan pesawat Airbus A320 ini diharapkan bisa melayani 3 ribu turis pada akhir Agustus.

"Kami melihat antusiasme turis Tiongkok untuk mengunjungi destinasi wisata di Indonesia cukup besar, sehingga membuka rute tersebut," kata Direktur Komersial Citilink Indonesia, Hans Nugroho, Senin (11/7).

Dengan adanya rute penerbangan ini, Hans berharap semakin banyak wisatawan mancanegara khususnya dari China yang akan datang ke Manado sehingga potensi pariwisata Indonesia bisa semakin terkenal.

Hans mengatakan, Manado merupakan salah satu destinasi favorit turis China ketika berkunjung ke Indonesia selain Bali dan Raja Ampat. Oleh karena itu, Citilink berusaha memberikan kemudahan kepada para turis dengan menyediakan penerbangan langsung dari Hongkong menuju Manado.

Data Kementerian Pariwisata mencatat, jumlah wisatawan asing yang datang ke Indonesia pada Mei 2016 sebanyak 915.200 orang, di mana 115.406 orang atau 12,61 persen di antaranya merupakan turis asal China.

"Manado terkenal dengan spot divingnya yang sangat indah, tidak hanya Bunaken tetapi masih banyak lagi. Saya kira ini bisa menjadi salah satu kesempatan terbaik untuk memperkenalkan pariwisata Indonesia kepada masyarakat internasional," kata Hans.

(CNNIndonesia.com)

Mencari Padanan Frasa 'Open House'

Momen Lebaran sangat identik dengan aktivitas pejabat negara yang menyelenggaraan perhelatan dengan membuka pintu rumah bagi kerabat, sahabat, hingga staf di kementerian atau lembaganya untuk bersilaturahmi. Sebagian di antara mereka menyebut perhelatan itu sebagai halalbihalal, yang lainnya memakai istilah dari kosakata bahasa Inggris, "open house".

Tepatkah menggunakan istilah "open house" untuk kegiatan halalbihalal saat Lebaran?

Menurut Wikipedia, "an open house" adalah sebuah kegiatan diselenggarakan di sebuah lembaga yang pintu-pintunya terbuka bagi warga masyarakat, untuk memasuki ruang-ruang yang ada di lembaga tersebut, sehingga masyarakat memperoleh informasi dari sana.

Sekolah dan universitas biasa menyelenggarakan kegiatan seperti ini. Tujuannya untuk menarik minat calon-calon siswa dan mahasiswa dengan memperlihatkan fasilitas yang dimiliki dan menjalin komunikasi informal di antara mereka.

Namun belakangan, istilah "open house" digunakan pengusaha rumah dan rumah susun untuk memasarkan jualan mereka kepada calon pembeli. Pengusaha atau pengembang menyelenggarakan acara itu dengan mengundang calon pembeli atau siapa pun yang berminat untuk melihat-lihat fasilitas dan kamar-kamar yang ada dalam rumah atau rumah susun yang dipasarkan itu.

Karena gencar penggunaan frasa "open house" itulah, sejumlah pejabat tersihir untuk ikut-ikutan menggunakan istilah yang sama dalam perhelatan halalbihalal Lebaran. Jika ketat dengan pemakaian bahasa, penggunaan "open house" untuk kegiatan halalbihalal jelas kurang disarankan.


Pilihan kata "halalbihalal" atau "silaturahmi"/"silaturahim" lebih pas agaknya.

Di kalangan pemerhati dan peminat bahasa Indonesia, seperti dikutip dari Antara, ada usaha menemukan padanan "open house". Sejumlah padanan yang ditawarkan antara lain "gelar griya" dan "sambang griya".

Kedua istilah itu tampak mencoba menerjemahkan makna "open house" dengan mencari padanan kata per kata sehingga maknanya tertangkap oleh pembaca. Penerjemahan semacam ini sepertinya tak memuaskan sebagian khalayak.

Maka itu, mereka lebih memilih "halalbihalal" sebagai terjemahan untuk "open house" khas Lebaran itu.

Tentu jika ditelusuri maknanya, "halalbihalal" tak sama persis dengan "open house". Pada istilah pertama, pengunjung hadir mungkin sebatas pada para tamu yang mengenal tuan rumah, sedang pada istilah kedua, tamu yang diundang bisa siapa saja termasuk masyarakat umum.

Untuk itu, istilah "halalbihalal" dirasa kurang menjangkau makna yang dikandung "open house". Ada yang mengusulkan "pisowanan" sebagai sinonim "open house".

"Pisowanan" adalah kata bentukan dalam bahasa Jawa dari "sowan", berarti "berkunjung". Namun konsep ini mengandung nilai sosio-kultural yang menempatkan pengunjung berada dalam strata sosial yang lebih rendah dari tuan rumah.

Dalam "pisowanan", raja sebagai tuan rumah membuka pintu keraton bagi rakyat untuk bertatap muka dan berdialog. Karena mengandung ketaksetaraan sosial dan beraroma feodel, para pemerhati masalah bahasa Indonesia yang berasal dari latar belakang bukan Jawa merasa kurang nyaman menerima "pisowanan".

Sononim lain yang terlontar di kalangan pemerhati masalah bahasa Indonesia untuk "open house" adalah "pintu terbuka". Lontaran istilah ini juga mencoba menerjemahkan "open house" secara kata per kata.

Sejauh ini belum ada kata sepakat di kalangan pemerhati dan ahli bahasa untuk memilih sinonim yang paling tepat. Mereka, yang sebagian besar adalah sarjana dan ahli bahasa di Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, berencana membahasa masalah itu dalam sebuah pertemuan yang diselenggarakan di Bandung, 5 Agustus mendatang.

Yang ideal memang menemukan satu kata, bukan frasa, yang bisa menjadi sinonim untuk "open house". Pencarian sinonim dengan satu kata untuk istilah yang berupa frasa dalam bahasa Inggris dan diterima terjadi antara lain untuk "working paper", yang semula diterjemahkan menjadi "kertas kerja" dan kini tergantikan dengan sinonim "makalah".

Seperti ditulis Qaris Tajudin, "makalah" diambil dari bahasa Arab, "maqaalah" yang semula berarti "diskusi", "obrolan" tapi kemudian bisa berarti "artikel". Perubahan atau penambahan makna itu terkait konteks kesejarahan bahwa dulu transfer ilmu dilakukan lisan dan dihapal, namun kini upaya itu dilakukan secara tertulis, lewat buku dan artikel.

Tampaknya, pemadanan "open house" dengan "gelar griya", "sambang griya", maupun "pintu terbuka" untuk sementara bisa dipertimbangkan oleh pengguna sampai saatnya ada yang menemukan sinonim yang tepat untuk frasa "open house".

Bukankah pada mulanya publik terbiasa dengan "kertas kerja" untuk menerjemahkan "working paper" sampai akhirnya ditemukan sinonim yang lebih ringkas dan diterima bernama "makalah"?

Yang cukup mengherankan adalah masih adanya sikap meninggalkan istilah yang sudah mantap itu untuk kembali pada istilah asing hanya karena hasrat keblinger berupa rasa bangga menggunakan istilah asing. Bukankah anda sering membaca dalam spanduk sebuah acara dengan menggunakan istilah "workshop", alih-alih "lokakarya"?
 

(CNNIndonesia.com)

Jumat, 01 Juli 2016

AMANKAN LEBARAN, POLDA SULUT GELAR OPERASI RAMADHANIYA





MITRAKAWANUAFM - Dalam rangka pengamanan terkait lebaran yang sedianya jatuh pada tanggal 6-7 Juli 2016, Polda Sulut beserta gabungan dari  aparat TNI, pemerintah daerah juga beberapa ormas menggelar Operasi Ramadhaniya .

Operasi ini bertujuan utama menciptakan rasa nyaman untuk umat Muslim yang akan merayakan lebaran di Sulawesi Utara ini. Saat di wawancarai oleh media usai upacara gelar pasukan, Kapolda Wilmar Marpaung mengajak masyarakat untuk bekerjasama dengan aparat kepolisisan dan instansi lainnya untuk menciptakan keamanan kenyamanan dalam merayakan lebaran serta membantu masyarakat yang mengalami kendala dalam mudik ataupun kendala dalam merayakan idul fitri.


Adapun jumlah personil yang di persiapkan oleh Polda Sulut sendiri sekitar 500 personil di tambah dengan 1000 personil dari polres. Serta ditambah dengan personil dari TNI dan aparat pemerintah seperti Pol-PP, LLAJ, petugas rumah sakit, serta personil dari pemadam kebakaran dan tak lupa juga personil dari Dinas PU yang berkompeten untuk mempersiapkan ketersediaan infrasruktur jalan yang memadai sehingga dalam mudik nanti khususnya pengguna jalan dapat merasakan kenyamanan,”ujar Kapolda.

Kapolda Wilmar Marpaung juga tak lupa menghimbau masyarakat non-muslin untuk membantu saudara-saudara umat muslim yang merayakan lebaran, begitu juga sebaliknya nanti umat muslim nantinya akan membantu umat Kristen dan lainnya yang akan merayakan Natal dan Tahun Baru.

Usai apel gelar pasukan, masih ditempat yang sama di halaman Mapolda Sulut, Kapolda beserta unsur Forkompimda menyaksikan langsung pemusnahan barang bukti minuman keras hasil sitaan dari berbagai operasi yang di gelar oleh Polda Sulut dan jajarannya. Dalam kesempatan tersebut Kapolda mengatakan bahwa pemusnahan ini bukti bahwa Polda Sulut tidak main-main dalam pemberantasan minuman keras. Menurut Kapolda selain narkoba, miras adalah salah satu dari beberapa unsur yang kerap menyebabkan timbulnya kejahatan di tengah masyarakat, dan Polda Sulut tidak akan main main terkait hal tersebut, ujarnya.  

(RobyKumaatMononimbar)

INI KATA JACKSON KUMAAT TERKAIT KISRUH KEPEMIMPINAN KNPI SULUT

MITRAKAWANUAFM- Kisruh yang terhaji di tubuh KNPI Sulut di tanggapi santai oleh Jackson Kumaat yang juga salah satu dari orang yang mengklaim sebagai Ketua KNPI Sulut. Hal tersebut tergambar saat MitraKawanuaFM mewawancarainya. Menurutnya bukan hanya dualisme yang terjadi di tubuh KNPI Sulut, di tingkat Nasional saja ada beberapa kubu, yakni Rifai Darus dan Fahd. A. Rafig dan semuanya mengantongi SK dari Kemenkumham. 
Bahkan menurutnya untuk Sulawesi utara sendiri saat ini sudah ketambahan satu lagi yang mengaku menerima mandat dari Fahd. A. Rafig selain Decky Palinggi (KDP), yakni Richard dan Assa juga mengklaim mendapat mandat dari Fahd A. Rafiq karena mereka juga hadir di rakernasnya Fahd
.
“Silahkan tanya pada Richard atau KDP atau siaparun dia, apakah mereka mengantongi SK dari Fahd -nya ada nggak? kalu torang kan memang ada SK dari Rifai Darus, ”ujar Jacko. Saat ini Partai  Golkar aja yang partai besar pecah selama bertahun tahun, namun akhirnya menyatu dan mereka bisa mengadakan Munas Luar Biasa baru baru ini. Saya berharap tentunya KNPI juga bisa menyatu” pungkas “jacko” sapaan akrabnya pada media.

Ketika ditanyakan apakah masalah ini tidak mempengaruhi hubungan KNPI dengan pemerintah Provinsi Sulut terutama dalam pemberian hibah dari pemerintah, Jacko menjawab hubungan KNPI dengan Pemprov Sulut  baik-baik  saja. Lihat saja tanggal 1 juni yang lalu, bahkan hibah dari pemerintah tersebut sudah turun dan sudah saya terima uangnya,” ujar Jackson sambil tersenyum.

Saat ditanyakan tentang hubungannya dengan orang orang yang mengklaim sebagai Ketua KNPI Sulut terlebih khusus dengan Kristovorus Decky Palinggi, Jakson mengatakan hubungan mereka sangat baik, karena saat SHS menjadi Gubernur Sulut kami berdua sama sama melekat pada SHS, karena saat itu kami sama sama staff khusus dari Gubernur Sinyo Hari Sarundayang saat itu.

Dalam wawancara tersebut ditanyakan juga pada Jakson Kumaat apakah ada kemungkinan untuk bertemu dengan KDP untuk menyelesaikan permasalahan ini, Jackson mengatakan diriya dalam pertemuan terakhir dengan KDP sudah menjajaki hal tersebut, namun karena kesibukan dari KDP pihaknya tinggal menunggu waktu dari KDP, ungkapnya pada wartawan yang mewawancarainya.

Diakhir keterangannya Jacko mengatakan untuk kepemimpinan di kabupaten kota semuanya sedang berjalan dan sedang mengadakan konsolidasi, “ tukas Jackson Kumaat mengakhiri pembicaraan.

(RobyKumaatMononimbar)